pekerjaan rumah tangga bukan KEWAJIBAN istri?!

Terbesit dalam pikiran saya, begitu lelahnya menjadi seorang wanita apa lagi jika ia sudah menikah dimana ia harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangganya dari memasak, mencuci piring, mencuci baju, belanja kepasar, beres- beres rumah, mengurus anak belum lagi harus melayani suami. Sedangkan pekerjaan laki- laki monoton hanya mencari nafkah. perempuan juga bisa 

Hingga suatu hari saya membaca biografi seorang ulama yang melakukan segala pekerjaan rumah tangganya sampai- sampai si istri berkata, “semua telah engkau kerjakan, lalu aku harus mengerjakan apa?”. Dari situ saya mencari tahu, bagaimana hak-hak dan kewajiban suami istri sesungguhnya dalam pandangan Islam. Karena selama itu yang saya tahu, bahwa istri harus tunduk pada suami. Padahal maksud tunduk di sini bukan dalam segala hal, tetapi hanya dalam hal kepemimpinan suami dalam rumah tangga yang tidak bertentangan dengan ajaranNya, misal suami ingin tinggal di Jakarta, maka istri harus ikut suami dan masih banyak contoh lainnya.

Kesimpulannya, bahwa pekerjaan rumah tangga itu bukan kewajiban istri horreeeeyyy. Tetapiiii…, demi kemaslahatan dalam rumah tangga, baiknya hal ini tidak dijadikan senjata istri untuk meminta haknya ongkang2 kaki sehingga tdk mau membuatkan teh sekalipun untuk suaminya, karena dianggap itu bukan kewajibannya. ini istri keblinger namanya Namun suami juga tidak berhak memaksa istrinya untuk melakukan pekerjaan rumah tangga tersebut.

Sebenarnya kewajiban istri itu hanyalah melayani kebutuhan biologis suaminya. Jika istri ingin melaksanakan pekerjaan tersebut, maka itu menjadi tugas (bukan kewajiban), dimana terlebih dahulu hal itu dibicarakan suami terhadap istri untuk membagi tugas tersebut, dan suami istri sepakat.

Karena ketidak tahuan antara hak dan kewajiban masing- masing, mudah sekali terjadi keributan karena pekerjaan domestik ini. Jika setelah didiskusikan suami tidak mau ikut membantu, tidak ada hal lain yang dapat dilakukan istri selain bersabar karena semua apa yang dikerjakannya pasti mendapat pahala kebaikan dariNya.

Memang harus diakui, budaya maskulin masih sangat kuat berada disekeliling kita, hingga ajaran akhlak sebenarnya yang dibawa Nabi saw tidak beredar membudaya. Dahulukan wanita kata Nabi saw dulu, dahulukan pria teriak kita sekarang🙂

Lalu, tahukah kalian bahwa menyusui anak juga bukan kewajiban istri, lalu…? tunggu catatan berikutnya.. mau cuci piring dulu🙂

20 responses to “pekerjaan rumah tangga bukan KEWAJIBAN istri?!

  1. itu mah tergantung pribadinya jg,,, trus pengetahuan kedua belah pihak……
    soale kalau salah satu gk ngerti,pzti ujung2 nya jadi gk nyambung dech… hehehehe
    saling mengerti satu sama lain adalah cara yg terbaik agar bisa hidup barokah…..🙂😀

  2. klo suami punya pemikiran seperti itu,maka rumah tangga tentram. tp klo faktanya lain gmn tuch??? udh dibantuin cari nafkah,tp giliran dimintain tolong,dibilangnya istri kurang ngajarlah,istri durhakalah,dll. istri jd bingung,gmn dia jd pribadi yg baik….

    • Kita lihat realitasnya, misal si istri blm punya anak n hanya di rumah saja, masak & nyuci jg cuma untuk dirinya dan suaminya, saya rasa hal tsb masih ringan dan bisa di kerjakan istri krn melihat suaminya lelah yg sdh banting tulang diluar. Tetapi jika sudah punya anak akan lain ceritanya, umumnya smua pekerjaan jadi tambah berat. ada seorang ulama mengatakan “penderitaan yang dirasakan seorang ibu tidak mungkin dapat ditanggung oleh seorang ayah meskipun hanya satu malam”, seorang suami yg baik shrsnya mengerti akan sulitnya tugas seorang istri skaligus ibu. tetapi jika suami tdk bisa ikut membantu maka bisa dicari cara lain dg menyewa seorang pembantu rumah tangga misalnya. Tugas rumah tangga itu adalah tugas diri sendiri, jika istri mau mencuci ya mencuci bajunya sendiri, begitu jg suami. tetapi istri yg baik tentunya memikirkan si suami begitu pula sebaliknya untuk menjaga ketentraman rumah tangga.

    • kita dapat mencontoh rumah tangga anak Rasulullah saw yaitu Fathimah Az Zahra, dimana sehari ia mengerjakan pekerjaan rumah tanpa pembantunya, agar memberi kesempatan pembantunya untuk beribadah dengan khusu’, dan kesokannya pembantunya mengerjakan pekerjaan rumah, sedangkan ia beribadah.
      Pembantu khan jg manusia, bukan berarti kita bisa seenaknya.

  3. ea menurut saya jika suami ikut membantu mengerjakan rumah maka sang istri tidak mendapat apa”,,, yakni ridho suami

    • ridho suami itu bukan dlm hal ini (bukan kewajiban istri). ridho suami itu adalah dlm hal kewajiban istri terhadap suami. Jika istri tidak melaksanakan kewajibannya, misal pergi keluar rumah tanpa izin suami, maka ia harus mendapatkan keridhoan suaminya untuk memaafkan kesalahannya agar ia tdk termasuk istri durhaka.

  4. Klo smua suami ky gt enak X ya,, istri bs fokus mendidik anak,
    Klo suami dah nyariin pembantu tp minta istri bantuin cari nafkah gmn mbak??
    Pertengkaran kecil sering terjadi klo istri lg kecapean krn kerjaan di kantor yg menumpuk,di tambah lg pulang kerumah msh disibukan sm ank” yg kadang minta ini itu,suami yg pengen di bikinin makanan n minuman sm istri.
    Dlm hal ini si istri jd serba salah😦

    • Saya jg bingung,saya seorang istri yg bekerja.sblm menikah tempat krj dkt dg rmh.setelah menikah saya disuruh suami ikut drmh yang membutuhkan wkt krg lebih 45menit,itu kalo diantar.tapi kalo sy brgkt sndr n naik angkot bisa memakan wkt 1,5 smp 2 jam.blm lagi krj sy shif2n,kdg2 msk pg kdg2 siang smp plg mlm.blm lg drmh sy msh hrs memasak,mencuci bju,piring,setrika,brsh2 rmh,melayani suami dkmr,dll…disamping itu saya sbg istri blm sepenuhnya dinafkahi oleh suami karna suami merasa sy sdh bkrj n pny penghasilan.bagaimana hukumnya spt ni.apa yg hrsnya mnjd hak sy sbg istri n apa kewajiban suami sy sdh bnr2 didapat.saya hrs bagaimana???

  5. Alhamdulillah..
    Istriku pengertian buanget.. Karena kesibukan kerjaku, pekerjaan rumah jadi aku limpahkan kepada istri. Tapi kalau aku dirumah pas hari-hari libur semuanya menjadi tugasku…kecuali memasak aku tidak bisa. Semua itu sudah aku perhitungkan dengan penghasilanku. Diluar untuk keperluan makan, ada bagian lain yang aku berikan kepada istri sebagai pengganti atau istilahnya menggaji istri selama mengurus rumah tangga karena dianya tidak mau ada pembantu dan itu 100% hak sepenuhnya istri. Kalaupun terkadang aku perlu ya aku pinjam sebagai hutang dan secepatnya untuk mengembalikan. Hehehe malah sekarang tabungannya lebih besar daripada tabunganku sendiri.

  6. artikelnya bagus, namun alangkah baiknya melampirkan dalil al quran dan al hadist yg benar yg bisa mendukung pendapat kita…

  7. ~ saya membahas hal itu kemaren…eh suami saya malah gak nerima dan langsung update status d’fb
    “Maaf SAYA mah ga suka d sama2in apalgi d sruh sma kyak orang laen…Ti2k — mengantuk ”

    Dan saya sekarang sedang hamil muda…jadi miris rasanya mau lahiran d’Saudi Arabia tu, lihat sikap suami seperti itu😥

  8. Assalamu’alaikum…semuy…memng hal2 pkrjaan rumh tng bukn kewajibn istri….istri hy berkwjibn melyni suami soal biolgis…nmun sy ykin istri2 sholhah pasti tk segan meringnkn tugs rmh tngga krn hy mencri ridho Allah lewt suami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s